FREE BITCOIN

Klasifikasi Bisnis

 Klasifikasi Bisnis
Menurut Lapangan Usaha Dalam PDRB

Pendekatan Produksi   9 sektor :


  1. Pertanian, Peternakan, Perkebunan,               Kehutanan dan perikanan, meliputi : Tanaman bahan makanan, tanaman    perkebunan, peternakan, kehutanan.             Perikanan.
  2.  Pertambangan dan Penggalian, meliputi : Pertambangan migas, pertambangan non     migas, penggalian.
  3.  Industri Pengolahan, meliputi : Industri besar, industri sedang, industri       kecil, dan industri kerajinan.
  4.  Listrik, Gas dan Air Bersih, Meliputi : Listrik, gas, air minum
  5. Sektor Kontruksi (bangunan)
  6. Perdagangan, Hotel, Restoran, meliputi :   Perdagangan besar dan eceran, hotel, dan restoran
  7.  

Pengertian dan Klasifikasi bisnis

BISNIS kata-kata ini sering terdengar di telinga kita, bahkan Sudah tidak jarang kita mendengarnya, atau secara praktik ada yang sudah mencoba mengelola bisnis-bisnis itu sendiri.Dalam artikel ini saya akan mencoba memberi sedikit penjelasan tentang bisnis. Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang/jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba. Kata bisnis dari bahasa Inggris adalah business dari kata dasar busy yang berarti sibuk dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat.Dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan yang digunakan untuk meningkatkan laba perusahaan yang lebih besar lagi.Semua orang yang menjalankan bisnis denagn tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar, tidak hanya keuntungan tetapi ada bisnis yang mengandung resiko yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis tersebut yakni laba dan rugi. Menurut Skinner (1992), bisnis adalah pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat.Sedangkan menurut arti dasarnya, bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of goods and services. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa atau uang untuk menghasilkan keuntungan.Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

2. Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikro ekonomi dan makro ekonomi.

a. Fungsi Mikro Bisnis Kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung‡ Pekerja/ Karyawan Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kerjanya sementara manajer menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan besarnya omzet penjualan dan laba‡ Dewan Komisaris memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan‡. Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggungjawab tertentu terhadap perusahaan.
b. Fungsi Makro Bisnis Kontribusi terhadap pihak yang terlibat secara tidak langsung‡ Masyarakat sekitar perusahaan memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan‡ Bangsa dan Negara. Tanggungjawab kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk kewajiban membayar pajak Bisnis sebagai sebuah kegiatan memiliki tujuan yang umum mudah dimngerti oleh semua pihak.

Bisnis merupakan kegiatan yang kompleks,bisnis dimanapun menghadapi tantangan diantaranya:
1. Keterbatsan sumber daya dalam produksi
2. Persaingan yang menyebabkan sumberdaya dalam persaingan pasar
3. keragaman latar belakang social ekonomi budaya, motivasi dan sumber daya manusia
4. perkembangan IPTEK yang mengharuskan bisnis terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkankeuntungan.
1. Manufaktur
adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
2. Bisnis jasa
adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
3. Pengecer dan distributor
adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi- distributor atau pengecer.
4. Bisnis pertanian dan pertambangan
adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
5. Bisnis finansial
adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
6. Bisnis informasi
adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
7. Utilitas
adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
8. Bisnis real estate
adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual,menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
9. Bisnis transportasi
adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

KESIMPULAN

Ada yang berpendapat bahwa dalam bisnis bukanlah seberapa dalam kita mengetahui tentang bisnis, namun yang terpenting adalah aksi yang dapat di lakukan. Terbukti banyak sekali orang sukses yang secara teori, mereka agak kesulitan untuk menjelaskan apa itu pengertian bisnis dan segala macam tentang bisnis. Tapi ketika praktik mereka bisa menjadi seorang yang luar biasa dalam aksinya bahkan jauh melebihi teori-teori yang pernah dijelaskan dalam bangku kuliah sekalipun. Sesungguhnya kelangsungan hidup suatu bisnis dipengaruhi banyak faktor diantaranya adalah keadaan ekonomi suatu Negara. Perubahan kondisi ekonomi tersebut di satu pihak dapat mengakibatkan matinya suatu bisnis yang telah lama,namun dipihak lain justru dapat dipakai sebagai peluang bagi munculnya usaha baru.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu usaha/bisnis, bukan hanya karena faktor ekonomi saja. Faktor persaingan usaha, regulasi suatu Negara, politik, kondisisocial/budaya, tren, teknologi dan lain sebagainya dapat juga mempengaruhi kelangsungan suatu bisnis. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang pengusaha jeli dalam melihat suatu peluang dan memanfaatkannya,karena dunia usaha yang penuh dengan tantangan dan kegairahan tersebut tidak selalu akan berakhir dengan membawa suatu kesuksesan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Klasifikasi Bisnis"

Post a Comment